JAYAPANGUS WEB

JAYAPANGUS merupakan media komunikasi muda Hindu. diterbitakn sejak akhir januari 2006 oleh KMHD ISI Yogyakarta. hubungi kami di: E-mail: red_jayapangus@yahoo.co.id phone :08175495575

Monday, March 19, 2007

Antara Media dan Umat Hindu (Yogyakarta)

Ketika pulang ke tanah kelahiran, seorang teman ada yang bertanya seperti ini “Untuk apa membuat lembar-lembar seperti ini? (sambil membaca tiap rubrik yang ada)”, pertanyaan yang cukup wajar mengingat di Bali sendiri media-media lembar bernuansa Hindu yang dibuat oleh mahasiswa tidaklah sesemarak di Yogyakarta.
Mungkin hal yang sama akan dialami oleh mahasiswa baru dari luar Yogyakarta yang melanjutkan pendidikan di Yogyakarta. Di daerah asalnya mungkin media lembar tersebut jarang atau bahkan tidak seaktif di Yogyakarta sehingga kesan berbeda akan timbul tatkala kita bersembahyang tiap purnama atau tilem di Pura Banguntapan. Sebenarnya pertanyaan itu adalah pertanyaan mendasar bagi praktisi media atau dalam bahasa sederhananya pembuat atau penerbit lembar untuk memahami tujuan dari menerbitkan sebuah lembar.
Kenapa demikian? Karena masing-masing individu atau kelompok dapat dengan serta merta membuat lembar yang sama dan membagikannya di Pura tanpa harus peduli tentang bagaimana isi atau apa akibat lanjutan dari lembar yang dibagikan. Alih-alih ingin melakukan jnana punia tapi mungkin akan membingungkan umat Hindu yang membacanya jika hal-hal yang disampaikan hanya sekadar mengisi ruang lembar. Tentunya hal demikian bukanlah tujuan dari diterbitkannya lembar tersebut.
Media berperan dalam membangun opini masyarakat sehingga bisa dibayangkan apa yang terjadi jika sebuah media mengatakan bahwa jumlah umat Hindu di Yogyakarta menurun. Tanpa data yang mendukung dan fakta di lapangan, informasi ini akan dapat menimbulkan konflik horizontal antar pemeluk agama sehingga disini ditekankan bagaimana pentingnya tujuan dari media dan bagaimana cara menyampaikannya.
Jika tujuannya untuk memprovokasi, maka media itu telah berhasil mencapai tujuannya, tapi jika ingin menggugah kepedulian kita atas umat Hindu yang lain, maka media itu akan menjadi perintis konflik di dalam masyarakat.
Berkaitan dengan tujuan tersebut, sudah sewajarnya media lembar yang ada di Yogyakarta seperti Jayapangus (JP), Suara Anandam Lembar (SA Lembar), Sanatana Dharma, dan Tunjung Putih (TP) menggali apa yang menjadi tujuan utama dari penerbitan lembar setiap persembahyangan. Hal ini selain dapat mengontrol apa isi dan tema dari media tersebut, juga dapat melengkapi karakteristik masing-masing media yang telah ada. Sehingga pertanyaan untuk apa membuat lembar-lembar ini dapat dijawab oleh masing-masing media lembar.
Selain tujuan, yang harus ditekankan adalah pemahaman mengenai aspek kekuatan media dalam menghasilkan perubahan jika digunakan dengan sempurna. Jika media lembar menginginkan sebuah perubahan dalam Hindu, maka kita perlu memikirkan bagaimana menggunakan kekuatan yang kita miliki untuk melakukan perubahan?
Kekuatan selalu berkaitan dengan persatuan dan alangkah hebatnya jika masing-masing media mampu menyatukan langkah serta berbagi tugas mengenai peran masing-masing dalam komunitas Hindu Yogyakarta. Mungkin fungsi ini yang masih belum “kita” sadari. “Kita” tidak hanya berisikan penerbit media lembar, tetapi juga harus disokong dan dimoderatori oleh para intelektual Hindu, sesepuh Hindu, organisasi Hindu yang ada di Yogyakarta, dan penghargaan terhadap sebuah karya dari seluruh umat Hindu.
Lalu perubahan apa yang diperlukan umat Hindu? Inilah pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab, karena ketika berbicara mengenai umat Hindu, kita akan dihadapkan pada berbagai kepentingan yang terkadang ingin menang sendiri. Sebelum itu semua terjadi, peran media sangat dibutuhkan untuk penyalur informasi, pembentuk opini dan untuk menjembatani berbagai kepentingan yang ada.
Menginjak usia 1 tahun, Jayapangus sebagai media lembar terlebih lagi dengan popularitas yang cukup mengesankan tentunya dapat berperan dengan lebih maksimal lagi dalam membangun opini umat Hindu. Media-media yang lain tentunya harus tetap berjuang membenahi diri dan meningkatkan kualitas lembar sehingga dapat ber-yadnya kepada Hyang Widhi melalui pengetahuan dengan lebih sempurna.
Isi dari masing-masing media pun harus benar-benar berbasis Hindu dan umat serta tidak meninggalkan objektivitas sebagai sebuah media. Saya mengucapkan selamat kepada masing-masing media lembar (news letter) karena mampu memberikan sebuah sumbangsih kepada Hindu, khususnya umat.
Apakah seluruh media yang ada akan berperan maksimal??kita nantikan lembar demi lembar yang akan mengisi persembahyangan di pura.
*)Oleh G. P. W. Suyantara*
penulis adalah pemerhati dan penggeliat media